Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Jumat, 11 Desember 2015

BEM FKIP Mengadakan Pekan Debat se-UTM

Situasi Debat Pendidikan BEM-FKIP
                                                     
Warta Sinar—Gedung Auditorium, Universitas Trunojoyo Madura, hari ini (11/12) diramaikan oleh argumen-argumen peserta pekan debat pendidikan. Acara debat ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UTM. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini, diikuti oleh berbagai peserta dari seluruh Fakultas yang terdapat di UTM, misalnya fakultas Hukum, Ekonomi, dan FKIP sendiri.

Pekan debat ini awalnya diagendakan akan diselenggarakan seluruh Madura dan melibatkan beberapa Perguruan Tinggi di Madura misalnya UNIRA, UIN, UNIJA dan STKIP se-Madura. Akan tetapi setelah ditunggu ternyata semua Perguruan Tinggi tersebut meminta maaf kepada pihak BEM FKIP karena tidak dapat mengikuti acara debat. Ketidak-ikut-sertaan peserta dari Perguruan Tinggi se-Madura dikarenakan berkenaan dengan Pemilu Raya yang diadakan di setiap PT. Sehingga sebagian besar sibuk dengan kegiatan yang diadakan.  Akhirnya acara debat ini diselenggararan hanya se-Universitas Trunojoyo Madura saja.

Debat ini diikuti oleh 14 tim dan setiap tim terdiri atas tiga mahasiswa. Kegiatan yang bertemakan “Retorika Pendidikan Masa Kini dalam Menginspirasi Kaum Intelektual” ini  puncaknya nanti pada (13/11) yang merupakan babak final. Dalam acara pekan debat kali ini terdapat 15 mosi yang akan menjadi bahan perdebatan peserta. Mosi-mosi tersebut membahas masalah pendidikan teraktual yang menjadi problema masa kini. Penilaian debat kali ini meliputi tiga aspek utama yaitu sikap, analisis, dan teori yang dipaparkan oleh peserta.

“Kebanyakan omongan masa kini itu lebih bersifat subjektif namun di sini terdapat hal yang terlupakan yaitu keobjektifan masalah, lha disini semuanya itu dibahas makanya ngambil tema tadi.” Ucap Riyan selaku ketua BEM FKIP saat dikonfirmasi mengapa lebih memilih mengadakan acara debat. Riyan juga menambahkan dalam sambutannya bahwa obrolan-obrolan kecil tentang masalah pendidikan bukan hanya berhenti di warung kopi saja.

Kedepannya setelah kegiatan ini terdapat keluaran pendukung sehingga acara ini bukan hanya menjadi seremonial belaka. Dari debat tesebut mahasiswa bukan hanya diajarkan berargumen namun menuliskan gagasan dan argumennya dalam bentuk karya. Selain itu pekan debat ini dapat juga digunakan sebagai ajang mengasah teori yang dimiliki. (Khr/yog)

               



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm