Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Rabu, 09 Maret 2016

Hasil Pemilihan BEM FIP dan DPM FIP

Presidium menetapkan kandidat terpilih Gubenur dan wakil Gubenur BEM FIP (Ajg)
Hasil Pemilihan BEM FIP dan DPM FIP

            Kabar Kampus UTM- selasa (8/3)  mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) melaksanakan pemilu raya BEM FIP dan DPM FIP untuk Periode 2016 bertempat di Gedung RKB-D (Ruang Kuliah Bersama-D). Pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FIP dan Dewan Perwakilan Mahasiswa DPM FIP ini diselenggarakan mulai pukul 08.00 WIB dan ditutup pada pukul 14.00 WIB. Pelaksanaan pemilu raya ini di bantu oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang baru saja dibentuk untuk menyukseskan penyelenggaraan pemilihan Cagub dan Cawagub  BEM FIP serta DPM FIP.

Dalam pelaksanaan pemilu BEM FIP ada 3 kandidat yang mencalonkan diantaranya calon no 1 Khoirul Huda dan Rubianto Efendi, calon no 2 Muyasir dan Musyafa, dan calon no urut 3 Achmad Darori dan Funi Yulia Rahma, namun sehari sebelum pelaksaanaan pemilu pasangan calon urut no 2 memilih mengundurkan diri, mereka beralasan bahwa ikut sertanya mereka dalam pemilihan Cagub dan Cawagub BEM FIP hanya ingin memacu kandidat yang lain untuk berpartisipasi dalam mencalonkan diri di pemilihan, alasan ini tentunya sangat disayangkan oleh KPUM menggingat surat suara terlanjur dicetak, sedangkan untuk calon DPM FIP ada 35 nama yang masuk dalam jajaran pemilihan DPM  dan akhirnya 25 orang yang terpilih, setiap jurusan  ada 5 orang perwakilan yang terpilih sebagai DPM FIP.

Dalam pemilihan Cagub dan Cawagub BEM FIP serta DPM FIP, tim KPUM telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan maksimal namun dalam persiapannya sendiri  pada dasarnya tim KPUM belum sepenuhnya memiliki persiapan yang matang, sebab awalnya penyelenggara pemilihan ialah DPM sedangkan untuk kali ini dibentuklah KPUM, dalam pelaksanaan pemilu sempat terjadi permasalahan  diantaranya banyaknya surat suara yang salah dimasukkan ke kotak suara DPM padahal surat suara tersebut adalah surat suara untuk pemilihan BEM FIP. Saat ditanya perihal permasalahan ini Trio selaku ketua KPUM menegaskan bahwasannya kesalahan ini karena kurangnya komunikasi pihak KPUM dengan mahasiswa saat memasukkan surat suara ke kotak suara.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut akhirnya Pihak KPUM dan pihak kandidat menyepakati peraturan jika adanya surat suara yang salah masuk kotak suara akan dianggap margin error (tidak dihitung). Namun karena adanya gugatan dari tim sukses salah satu kandidat menggenai kesepakatan tersebut maka pihak KPUM memutuskan untuk memanggil kedua belah kandidat cagub dan cawagub untuk bermusyawarah. Hingga akhirnya diputuskan bahwa untuk surat suara yang sudah dihanguskan (dirobek) sebelumnya itu berarti sudah tidak lagi di hitung, sedangkan suara yang belum di melalui proses perhitungan akan tetap dianggap sah dalam proses perhitungan cagub dan cawagub nantinya.

 Melihat Antusiasme dari mahasiswa FIP dalam keikutsertaan menyalurkan hak suaranya melalui pemilihan umum Cagup dan Cawagub serta DPM FIP ini juga cukup baik dibandingkan pemilihan tahun sebelumnya, meskipun tidak seluruhnya mahasiswa FIP ikut serta memberikan hak suaranya pada pemilihan BEM FIP dan DPM FIP. Terhitung jumlah keseluruhan mahasiswa FIP ada 2.500 mahasiswa namun hanya 1463 mahasiswa yang memberikan hak suaranya untuk pemilihan kali ini. Saat ditanyai perihal banyaknya mahasiswa FIP yang tidak ikut serta memberikan hak suaranya, Trio menegaskan bahwasanya sosialisasi tentang pemilihan BEM dan DPM FIP yang kurang, serta kesadaran mahasiswa FIP yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya memberikan hak suara untuk pemilihan, memicu tingkat angka GOLPUT (Golongan Putih).

Menggenai pelaksanaan pemilu BEM FIP dan DPM FIP M. Syahban Husen mahasiswa  PGSD memberikan tanggapannya “Menurut saya penyelanggaraan kali ini memang baik cuman dalam kondisi yang sempit halaman yang dibuat pemilu membuat mahasiswa tidak kondusif (bergerombol). KPUM harus mengevaluasi ini untuk pemilu berikutnya”. Saat ditanyai perihal harapan untuk FIP ke depanya Sabah sapaan akrabnya menginginkan bahwa pemimpin BEM FIP dapat mewadai seluruh aspirasi mahasiswa FIP dan tidak terpengaruh oleh organisasi eksternal kampus serta siapapun yang terpilih nantinya sudah tidak membawa nama jurusan melainkan keseluruhan FIP.

Akhirnya tepat pukul 21.30 WIB setelah perhitungan suara mulai pukul 19.00 WIB KPUM menetapkan pasangan calon urut no 1 Khoirul Huda dan Rubianto Efendi terpilih sebagai Gubenur dan Wakil Gubenur BEM FIP  dengan perolehan suara  sebanyak 786 yang menggunguli pasangan calon no urut 2 Achmad Darori Dan Funi Yulia Rahma dengan perolehan suara sebanyak 651. Sedangkan untuk surat suara yang tidak sah sejumlah 27 ditetapkan oleh Presidium 1 Sutrisno, Presidium 2 Farid dan Presidium 3 Adi. (Fin,Ajg)

­


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm