Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Selasa, 23 Agustus 2016

Penurunan Kuota Maba FIP


Kabar Kampus – Poster III Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) 2016 telah berlangsung selama dua hari. Kegiatan yang bertempat di Gedung Student Centre (GSC) ini dimulai pada 22-24 Agustus 2016. Poster III FIP sendiri merupakan kegiatan tahunan BEM KM-FIP guna memperkenalkan kehidupan kampus di lingkup fakultas.

POSTER tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu. Pasalnya, telah terjadi penurunan kuota mahasiswa baru (maba) FIP. Jika pada 2015 jumlah maba FIP sebanyak 700 mahasiswa. Di tahun 2016 ini, mahasiswa baru hanya berjumlah 458 mahasiswa.

Pengurangan kuota mahasiswa baru FIP disebabkan oleh dua faktor. Pertama, belum adanya pengangkatan dosen CPNS. Hal itu diungkapkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Sulaiman, M.Pd. pada 23 Agustus 2016 kepada LPM Sinar. “Rasio dosen belum ada penambahan PNS, karena kami mengutamakan kualitas, bukan lagi kuantitas.” Lanjut Sulaiman mengatakan, rasio dosen sewajarnya satu berbanding empat  puluh. Artinya, dalam satu kelas, satu dosen mengajar empat puluh mahasiswa. “Sekarang jumlah mahasiswa sekitar 3000, sedangkan dosennya 60. Kira-kira ini sudah memenuhi satu dosen 40 mahasiswa.”

Maka dari itu, pihak fakultas memutuskan untuk mengurangi kuota penerimaan mahasiswa baru. Jumlah tersebut antara lain, 140 maba untuk PGSD, dan 80-90 maba untuk prodi PBSI, PG PAUD, Pendidikan IPA, dan Pendidikan Informatika.

Namun, jumlah tersebut di atas tidak semuanya terpenuhi. Beberapa calon mahasiswa baru diperkirakan mengundurkan diri karena permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT). “Misalnya PBSI, dari pendaftar sebanyak 80 hanya sebanyak 76 mahasiswa yang mendaftar ulang. Sedangkan empat lainnya mundur tanpa sebab,” ujar Sulaiman.

Uang Kuliah Tunggal di lingkup FIP terdiri atas beberapa level. Level pertama, sebanyak 500 ribu. Level kedua, sebanyak 1 juta. Level ketiga, sebanyak 3 juta. Level keempat, sebanyak 4 juta. Level kelima, sebanyak 5 juta. Pembagian level tersebut didasarkan pada kondisi ekonomi orangtua mahasiswa baru. Level pertama dan kedua diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu (non-bidikmisi). Sedangkan level ketiga, keempat, dan kelima diperuntukkan bagi keluarga mampu.


Kedua, minimnya jumlah ruang kelas. Penambahan kuota mahasiswa juga berarti penambahan jumlah sarana dan prasarana, terutama ruang kelas. Ruang kelas di fakultas ilmu pendidikan masih terbatas. Misalnya, pada prodi PBSI yang saat ini menempati ruang kelas di gedung auditorium. (Tin, Gih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm