Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Rabu, 24 Mei 2017

Rekonstruksi Karakter: Upaya Meningkatkan Pendidikan




Dr. Soim Anwar (Kanan), Drs. Muhni (Tengah), Moderator (Kanan) (Foto: Dok. LPM Sinar)


WARTA SINAR – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (BEM FIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Seminar Nasional bertajuk Rekonstruksi Karakter, Selasa (23/05), di Gedung Auditorium UTM. Seminar ini dilaksanakan mulai pukul 09.00-14.00 WIB, dan dibuka oleh Wakil Dekan III FIP, Wahid Khoirul Ikhwan.

Seminar yang turut dihadiri oleh Presiden Mahasiswa UTM dan wakilnya ini mengusung tema “Rekonstruksi karakter calon pendidik dalam upaya meningkatkan pendidikan di Madura”, yang diikuti oleh lebih dari 150 peserta terdiri atas mahasiswa FIP dan umum. Selama kegiatan berlangsung tampak beberapa peserta bebas keluar masuk ruangan saat pemberian materi.

“Mereka sangat antusias, karena beberapa peserta yang keluar untuk kuliah masih ingin kembali ikut seminar, mengingat materi yang cukup menarik dan pemateri yang ahli dalam bidangnya,” ujar Mohammad Anang Lutfi, selaku Ketua Pelaksana.

Pada seminar ini diundang beberapa pakar pendidikan karakter yang unggul dalam bidangnya, di antaranya Dr. Shoim Anwar, M.Pd., Pakar Pendidkan; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan, Drs. Muhni; Angelina Amelinda Rizki Eka Putri, Pengajar Muda Indonesia Mengajar.

“Jadi, kami memang mengambil contoh pendidik muda dan pakar pendidikan karakter agar nantinya peserta dapat langsung menyerap ilmu itu dengan pasti,” ujar Anang Lutfi.

Dr. Shoim Anwar mengungkapkan, karakter itu nilainya universal. Artinya, secara umum dan berlaku untuk semuanya, percaya diri juga karakter. Masyarakat Indonesia kalau krisis percaya diri tidak akan maju. Ia juga menyebutkan bahwa nilai karakter seorang calon pendidik perlu direkonstruksi bersama, dikaji berdasarkan ambivalensi kebudayaan.

Senada dengan hal tersebut, Drs. Muhni berkata bahwa merosotnya nilai pendidikan juga akibat dari adanya fenomena-fenomena siswa yang sering di luar batas, nilai karakternya rusak, tidak hanya pendidik namun juga peserta didik.

Melalui seminar ini, panitia berharap calon pendidik dapat lebih sadar tentang karakter yang selayaknya bagi calon pendidik, baik dari segi kedisiplinan maupun totalitasnya.

“Seperti yang dikatakan pemateri tadi, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jadi, agar tidak dicontoh jeleknya, hanya dicontoh baiknya saja,” pungkas Anang Lutfi. (Wky)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm