Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Rabu, 21 Maret 2018

Pemilu Serentak: Efektif atau Tidak



Doc. Lpm Sinar




   WARTA SINAR Telah berlangsung Pemilihan Umum (Pemilu) serentak untuk Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) dari lima Program Studi di Fakultas Ilmu Pendidikan (20/03). Kegiatan Pemilu ini dilaksanakan di halaman parkir gedung RKB-D mulai pukul 08.00 hingga pukul 14.00 WIB. Panitia atau Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) sendiri melibatkan Prodi masing-masing yaitu, mendelegasikan lima mahasiswa per-Prodi untuk menjadi Panitia KPUM. Selain itu, Panitia KPUM juga dibentuk dari beberapa mahasiswa lainnya.
        Konsep diadakannya Pemilu Serentak FIP sendiri merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan pihak BEM KM-UTM. Peraturannya memang mengikuti dari pihak BEM KM-UTM bahwa Pemilu itu dilakukan serentak, ujar Imam Wahyudi, Ketua DPM FIP. Pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) sendiri dibuka mulai tanggal 12-14 Maret 2018. Semua mahasiswa FIP yang namanya masih terdaftar di Admin masih memiliki hak untuk memberikan suaranya pada Pemilu tahun ini. Kampanye untuk tiap Paslon dilaksanakan selama tiga hari, dan untuk peraturan apapun yang mengikat diatur oleh masing-masing Prodi.
         Kriteria Pasangan Calon diatur dalam Musyawarah Mahasiswa (Muswa) setiap prodi, KPUM hanya mengambil kriteria dari prodi. KPUM tidak bisa membuat apa-apa, aturan atau kriteria. KPUM hanya menjalankan jelas Agung Sudrajat selaku ketua pelaksana pemilu tahun ini saat ditanyakan mengenai kriteria Pason masing-masing.
Pasangan Calon yang sudah terdaftar dan bisa dipilih sendiri terdapat delapan Paslon. Diantaranya; dua paslon PGSD, dua paslon Pendidikan Informatika, satu paslon PGPAUD, dua paslon PBI, dan satu paslon Pendidkan IPA. 
       Prodi yang hanya mendaftarkan satu pasangan calon, tetap dilakukan pemilihan umum karena sudah peraturan. Apabila Pasangan Calon kosong yang menang dalam pemilu, kembali lagi pada HMP dalam Muswa-nya. Apakah ingin melakukan pemilihan ulang atau tidak. Jika memang ingin mengadakan pemilihan ulang maka kami akan lakukan. Kembali lagi pada peraturan, kami hanya menjalankan. Tegas Agung mahasiswa PGSD semester 6 mengenai pasangan calon yang bersaing dengan pasangan calon kosong.
        Penghitungan suara sendiri dilakukan serentak dan dimulai pukul 19.30 WIB bertempat di ruang kelas RKB-D dengan satu Prodi yang menempati satu ruang kelas. Hasil Pemilu HMP Prodi FIP yang terpilih adalah; Muhari dari PBI dengan total suara 131, Moh. Khoirul Sadikin dari Pendidikan IPA dengan total suara 111, Nasiruddin dari Pendidikan Informatika dengan total suara 178, Mufarrohah dari PGPAUD dengan total suara 140, dan Rachmadi Kurniawan dari PGSD dengan total suara 131.
        Selisih yang cukup ketat dari paslon Prodi PBI yaitu Muhari dengan suara 131 dan Sabda Bagus dengan suara 125. Keduanya berselisih enam suara namun dengan sembilan suara yang dianggap tidak sah atau Golput. “Saya merasa dilibatkan beberapa tanggung-jawab yang harus saya lewati selanjutnya, akan tetapi saya merasa ini bukanlah perihal kemenangan yang sesungguhnya, kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika saya berhasil memimpin hal ini dengan baik ujar Muhari, Ketua HMP Prodi PBI terpilih.
       Matangnya persiapan yang sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu berdampak pada lancarnya acara Pemilu kali ini. Semua Program Studi berpartisipasi dengan baik, meskipun tidak secara keseluruhan masing-masing mahasiswa menggunakan hak pilihnya. Menurut Imam Wahyudi, hal yang menjadi kekurangan dalam Pemilu adalah adanya kandidat yang bersaing dalam kotak kosong, hanya ada satu paslon kandidat seperti Prodi PGPAUD dan Pendidikan IPA. (All)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm