Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Minggu, 22 Juli 2018

Mahasiswa PGSD Semester Dua Gelar KMD, Begini Respon Kepala Pusdiklat






Doc. Lpm Sinar



WARTA SINAR-Kursus Mahir Pembina Tingkat Dasar atau KMD adalah suatu kegiatan untuk membentuk seseorang menjadi pembina pramuka. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar mewajibkan mahasiswanya mengikuti KMD. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilaksanakan pada semester enam, untuk tahun ini pelaksanaan dilakukan pada semester dua sekaligus sebagai penilaian UAS Mata Kuliah Kepanduan.
            “Kalo masalah umur tidak menjadi masalah, yang terpenting cara penyerapannya dan teknis pelatih dalam menyampaikan.” Sambung Pak Samsul Kepala Pusdiklat Bangkalan.
            Kegiatan dengan tema Asah Pembina untuk Generasi Pembina yang Berkarakter, dibuka  pada hari Senin (16/7) di Gedung Cakra lantai satu. KMD tahun ini dibuka oleh dosen pengampu mata kuliah kepanduan. Peserta terdiri dari 154 perempuan dan 27 laki-laki. Sedangkan panitia terdiri dari perempuan 32 dan laki-laki 6.
            “Kegiatan KMD adalah acara dari kita dan untuk kita, berdasarkan semboyan pramuka,’ikhlas bhakti bina bangsa, berbudi bawa laksana’, hal itu yang  menjadi fondasi acara ini.” Ujar Rifa’i selaku ketua pelaksana.
            KMD tahun ini tidak hanya melulu diselenggarakan di dalam ruangan ber-ac. Namun juga dilakukan di luar ruangan, hal ini sesuai dengan ciri khas dari Pramuka.
            “Pelaksanaan pendidikan Pramuka di alam terbuka untuk membentuk keterampilan yang alami itu adalah ciri dari pramuka.” Ujar Pak Suparto selaku Kepala KMD.
            Kegiatan dilakukan selama 6 hari, dengan rincian 2 hari pembekalan materi, 1 hari praktek langsung ke SD terdekat, dan 3 hari berkemah di area Kampus. Materi dapat tersampaikan secara keseluruhan yang pelaksanaanya dilakukan di luar kelas.
            “Alhamdulillah hasil praktek ke SD hanya dengan dua hari pendalaman materi sudah mampu mengarahkan dan membimbing baik itu tingkatan siaga maupun penggalang.” Sambung Kepala Pusdiklat Bangkalan.
Pelaksanaan KMD berakhir pada hari sabtu (21/7) dengan pembacaan surat keputusan kelulusan dan penyampain kesan oleh Ketua Pusdiklat Bangkalan.
“100% lulus dilihat dari absensi, tes, praktek, keaktifan, dan yang paling utama ini adalah kursus, dimana tujuan utamanya belajar. Dari yang tidak tau menjadi tahu, walaupun dengan sarana seadanya.” Tambah Pak Samsul.
Kursus Mahir Dasar bukanlah suatu kegiatan yang membosankan dan  menegangkan. Ciri khas pramuka adalah banyak bermain dan bernyanyi namun terdapat unsur pendidikan.
“Sangat menyenangkan dan penuh kesan, saya kira disini akan dibentak-bentak, ternyata tidak. Bermain dan bernyanyi membuat materi enak untuk diserap.” Sambung Arista selaku peserta.
“Untuk tahun depan yang lebih diutamakan pembuatan proposal. Susunan acara harus dipastikan bagus, tertib, terprogram, dan terjadwal agar semua kegiatan berjalan dengan semestinya dan tidak tertunda-tunda.” Ungkap Kepala Pusdiklat Bangkalan.(Pit/Lut)

Read more ...

Jumat, 13 Juli 2018

“POFKIP: Turnamen di Penghujung Liburan”




  
Dok. LPM SINAR



     POFKIP merupakan salah satu UKMF di Universitas Trunojoyo Madura yang bergerak di bidang olahraga seperti basket, futsal, bulu tangkis, voli dan lainnya. Jika biasanya mereka mengadakan kompetisi di ranah Fakultas, lain halnya pada tahun ini. POFKIP mengadakan turnamen futsal yang diikuti oleh peserta se -UTM.
Acara yang mengambil tema “Raih Prestasi Junjung Tinggi Sportifitas” ini dibuka pada hari Kamis (12/7) pukul 14.45 WIB bertempat di Lapangan Taruna Jaya, yang dilanjutkan pada sesi pertama turnamen dimulai. Pembukaan dilakukan dengan pembacaan  Basmalah dan simbolisasi berupa tendangan bola ke gawang oleh pembina UKMF POFKIP. Turnamen futsal ini dilaksanakan selama dua hari, pada Kamis dan Jumat (12-13/7).
    Turnamen tersebut merupakan acara pertama bagi POFKIP yang diikuti oleh seluruh mahasiswa pada lingkup UTM. “Sebenarnya ini merupakan Proker (Porgram Kerja) dari Ketua Umum, tujuan utamanya agar UKMF POFKIP mampu berkompetisi bukan hanya di ranah Fakultas tapi juga Universitas,” ujar Rian selaku ketua pelaksana.
Meskipun liburan akhir semester telah di ujung mata, namun antusias peserta masih terasa. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah peserta yang terdiri atas 10 tim, diantaranya: PIF 15, PERREA FC, NGENTENG FC, SAMBA UNITED, PP AL HIDAYAH, PERFEK, PERREA SAKTI, EDMODO FC, PORGAFTA, dan SAMBA FC.
      Alasan pemilihan olahraga futsal sebagai yang dilombakan adalah tidak lain karena melihat banyaknya minat mahasiswa UTM pada olahraga tersebut. “Sebenarnya banyak bidang olahraga yang ada di POFKIP, kami berharap juga ada talenta-talenta baru yang bermunculan di UTM tidak hanya futsal, saya yakin banyak bakat-bakat terpendam yang harus diasah di UTM,” ungkap Ketupel Rian.
Panitia sendiri berharap sportifitas tetap menjadi nilai penting dalam turnamen tersebut. Adapun sistem penilain yang digunakan adalah sistem gugur, di mana ketika pemain kalah maka pertandingan berakhir. Para pemenang akan mendapatkan uang pembinaan, piala dan sertifikat. Nilai diantaranya adalah,  Juara I mendapatkan Rp.600.000. Juara II sebanyak Rp.400.000, Juara III mendapatkan Rp.300.000, dan Juara IV sebanyal Rp.250.000.
Melihat lebih jauh bakat mahasiswa UTM yang memang banyak dimiliki namun kurang sekali untuk diasah, Rian mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. “Saya sering kebingungan, mahasiswa UTM ini banyak dan pasti memiliki bakat masing-masing, bukan hanya di bidang olahraga saja, tapi tolong antusiasnya untuk memperdalam bakat itu ditingkatkan, semuanya kan kembali juga pada dirinya, ” pungkasnya. (We/Mfd)
Read more ...

Kamis, 12 Juli 2018

Antusias Penonton Membludak, "Teater SEMPAT" Kehabisan Tiket


 
Doc. Lpm Sinar


     Teater adalah pementasan sebuah drama dengan berbagai peralatan pendukung seperti kostum, musik, pencahayaan, set panggung dan masih banyak lagi. Karena berbagai peralatan yang tidak murah maka tak jarang penyelenggaraan teater dipatok dengan harga tinggi. Namun tak demikian dengan teater yang diselenggarakan oleh mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia(PBI) semester 4 ini. 
   Mereka menyelenggarakan teater SEMPAT yang merupakan kepanjangan dari Semester Empat di Gedung Student Center(GSC) dengan hanya mematok harga Rp. 5.000,00 per tiket untuk 3 malam. Harga yang cukup bersahabat bagi kantong mahasiswa.
 Acara yang mengambil tema Mempererat Tali Silahturami Lewat Seni Teater ini diselenggarakan sejak hari Senin (9/7) hingga hari Rabu (11/7). Ketua pelaksana mengatakan di hari pertama penyelenggaraan, panitia sempat kehabisan tiket karena banyaknya penonton yang ingin menyaksikan teater ini.
 “Alhamdulillah ramai, meskipun ini minggu ke-2 UAS. Tetapi kami kehabisan tiket pada pementasan hari pertama. Ini membuktikan antusias mahasiswa untuk menyaksikan teater SEMPAT.” Ujar Ika selaku ketua pelaksana.
 Mahasiswi semester 6 ini juga mengatakan, acara diselenggarakan untuk memenuhi tugas UAS. Namun di samping itu, teater SEMPAT yang sudah diselenggarakan sebanyak 3 kali berturut-turut sejak tahun 2016 ini berhasil menampilkan 8 naskah drama.
  “Teater ini diselenggarakan untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah seni teater, ada dosen pengampunya juga. Untuk kali ini berhasil menampilkan 8 naskah drama dengan jumlah 70 mahasiswa-an.” Sambung ketua pelaksana. 
   Ketua pelaksana mengakui kesulitan yang dialami dalam penyelenggaraan teater kali ini ialah mayoritas panitia perempuan. Namun panitia berhasil bekerja sama dengan organisasi kesenian lain di lingkup Universitas Trunojoyo Madura. 
  “Kesulitannya kebanyakan panitia perempuan, untuk persiapan panggung juga harus naik tangga jadi kami cukup kesulitan. Tapi Alhamdulillah dapat bantuan dari teater akar, sabit dan juga organisasi teater lain”, pungkas Ika.(Ria/Ay)
Read more ...

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm