Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Senin, 14 Desember 2015

Dies Natalis PGSD yang ke 5 jadi ajang lomba ketrampilan berwirausaha mahasiswa.

Dies Natalis PGSD yang ke 5 (vel)
Lpm Sinar UTM. Kabar kampus Pagi tadi pukul 08.00 WIB senin (14/12) Gedung Cakra Universitas Trunojoyo Madura mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar memenuhi lantai dasar. Di Gedung Cakra  tersebut sedang disenggarakan acara dies natalis Prodi PGSD yang ke 5. Di acara dies natalis PGSD kali ini beragam penampilan yang dipersembahkan untuk mahasiswa PGSD dari mulai penampilan tiap-tiap angkatan, tari, band serta penampilan sulap yang juga turut memeriahkan acara ini.

Acara dies natalis ini juga menjadi ladang ajang ketrampilan mahasiswa dalam bidang ketrampilan berwirausaha. Panitia dies natalis Himpunan Mahasiswa Prodi PGSD (HMP PGSD) menyediakan stand bazar untuk mahasiswa PGSD yang berminat berjualan. Beragam makanan, minuman, aksesoris, buku dan lain-lain di jual dalam stand bazar dies natalis PGSD. Stand bazar ini juga pun dilombakan oleh panitia, beberapa poin penilaian stand bazar ini oleh panitia adalah stand bazar yang paling banyak pengunjung serta banyaknya labah yang diperoleh si penjual, akhirnya juara ajang ketrampilan berwirausaha ini disabet oleh mahasiswa PGSD angkatan 2013 yang diwakili oleh kelas A.

Dalam acara dies natalis ini juga ada pembagian hadiah untuk pemenang juara dalam ajang lomba yang diadakan oleh HMP PGSD, penganugerahan untuk mahasiswa PGSD yang berprestasi dalam bidang akademik atau non akademik, pemilihan dosen terfavorit serta pemilihan duta PGSD tahun 2015-2016.

Namun sayangnya dalam acara dies natalis Prodi PGSD kali ini, antusias mahasiswa masih sangat minim untuk menghadiri acara ini. Terbukti dari tiap angkatan di PGSD masih banyak kursi yang belum terisi. Meskipun sudah ada kewajiban untuk hadir dalam acara tersebut namun tetap juga antusiasnya kurang terang Sufa Viedas TM ketupel acara dies natalis PGSD saat di konfirmasi oleh anggota Lpm Sinar.

Kurangnya minat mahasiswa juga menurut Sufa dikarenakan rasa kepemilikan terhadap Prodinya masih kurang jadi tidak ada rasa untuk sekedar ikut berpartisipasi merayakan milad Prodinya. “HMP PGSD sudah berusaha semaksimal mungkin membuat acara ini menarik namun mahasiswa PGSDnya aja yang belum punya rasa cinta sama prodinya, Dosen juga pun begitu meskipun sudah memberikan usulan dan saran terhadap HMP PGSD tetapi keterlibatan dalam acara dies natalis PGSD yang ke 5 hanya sebagai juri dan tamu undangan” tutur Sufa.

Kedepannya untuk pengurus selanjutnya Sufa Berharap adanya kordinasi yang bagus antara mahasiswa dan dosen utamanya HMP yang menjadi wakil dari mahasiswa PGSD berupa sumbangan moril ataupun imoril. Saat ditanya terkait kendala dalam penyelenggaraan acara ini Sufa terkendala dengan uang untuk kegiatan yang sering kali belum cair, sementara acara sudah di ujung mata. Serta panitia yang masih sering mis komunikasi. (yog)




Read more ...

Jumat, 11 Desember 2015

BEM FKIP Mengadakan Pekan Debat se-UTM

Situasi Debat Pendidikan BEM-FKIP
                                                     
Warta Sinar—Gedung Auditorium, Universitas Trunojoyo Madura, hari ini (11/12) diramaikan oleh argumen-argumen peserta pekan debat pendidikan. Acara debat ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UTM. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini, diikuti oleh berbagai peserta dari seluruh Fakultas yang terdapat di UTM, misalnya fakultas Hukum, Ekonomi, dan FKIP sendiri.

Pekan debat ini awalnya diagendakan akan diselenggarakan seluruh Madura dan melibatkan beberapa Perguruan Tinggi di Madura misalnya UNIRA, UIN, UNIJA dan STKIP se-Madura. Akan tetapi setelah ditunggu ternyata semua Perguruan Tinggi tersebut meminta maaf kepada pihak BEM FKIP karena tidak dapat mengikuti acara debat. Ketidak-ikut-sertaan peserta dari Perguruan Tinggi se-Madura dikarenakan berkenaan dengan Pemilu Raya yang diadakan di setiap PT. Sehingga sebagian besar sibuk dengan kegiatan yang diadakan.  Akhirnya acara debat ini diselenggararan hanya se-Universitas Trunojoyo Madura saja.

Debat ini diikuti oleh 14 tim dan setiap tim terdiri atas tiga mahasiswa. Kegiatan yang bertemakan “Retorika Pendidikan Masa Kini dalam Menginspirasi Kaum Intelektual” ini  puncaknya nanti pada (13/11) yang merupakan babak final. Dalam acara pekan debat kali ini terdapat 15 mosi yang akan menjadi bahan perdebatan peserta. Mosi-mosi tersebut membahas masalah pendidikan teraktual yang menjadi problema masa kini. Penilaian debat kali ini meliputi tiga aspek utama yaitu sikap, analisis, dan teori yang dipaparkan oleh peserta.

“Kebanyakan omongan masa kini itu lebih bersifat subjektif namun di sini terdapat hal yang terlupakan yaitu keobjektifan masalah, lha disini semuanya itu dibahas makanya ngambil tema tadi.” Ucap Riyan selaku ketua BEM FKIP saat dikonfirmasi mengapa lebih memilih mengadakan acara debat. Riyan juga menambahkan dalam sambutannya bahwa obrolan-obrolan kecil tentang masalah pendidikan bukan hanya berhenti di warung kopi saja.

Kedepannya setelah kegiatan ini terdapat keluaran pendukung sehingga acara ini bukan hanya menjadi seremonial belaka. Dari debat tesebut mahasiswa bukan hanya diajarkan berargumen namun menuliskan gagasan dan argumennya dalam bentuk karya. Selain itu pekan debat ini dapat juga digunakan sebagai ajang mengasah teori yang dimiliki. (Khr/yog)

               



Read more ...

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm