Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Kamis, 14 Desember 2017

“Keunikan” Gebyar Dies Natalis PGSD Ke-7


(Dies Natalis PGSD ke-7, Foto: LPM Sinar)

Dies Natalis lazim diadakan untuk memperingati ulang tahun suatu lembaga, tak terkecuali oleh prodi-prodi di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura. Namun, ada yang beda dalam dies natalis PGSD tahun ini. Puncak acara dikemas apik dengan stand bazar dan pameran seni rupa karya mahasiswa.

Gebyar dies natalis yang dilaksanakan kemarin (13/12) bertempat di lantai dasar gedung Cakra ini diisi beberapa penampilan tari, fashion show, drama, dan penampilan band. Tak hanya itu, acara ini juga dihiasi dengan stand-stand bazar dan pameran seni rupa mahasiswa PGSD. Stand bazar dan pameran adalah rancangan dari para dosen mata kuliah terkait. Panitia bazar dan pameran dibuat terpisah dengan panitia dies natalis.

“Stand bazar dan pameran seni rupa merupakan permintaan dari dosen mata kuliah KWU dan Seni rupa untuk menyediakan tempat saat gebyar dies natalis. Panitia bazar dan pameran sengaja dibuat terpisah. Panitia bazar dan pameran dibentuk langsung oleh dosen mata kuliah pengampu,” ujar Vivi Eka, selaku ketua peelaksana acara.

Kaprodi PGSD, Mohammad Edy Nurtamam menyambut positif acara dies natalis ini. Beliau berharap agar PGSD lebih maju dan mahasiswa lebih kreatif. Beliau juga berharap mahasiswa PGSD tidak hanya memiliki potensi sebagai guru SD tetapi juga berkompetensi dalam bidang lain sesuai dengan mata kuliah yang diambil.

Tak hanya gebyar, stand, dan pameran yang menjadi sorotan, namun ada hal lain yang menarik dalam acara dies natalis prodi tertua di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura ini, yaitu kehadiran 2 mahasiswa asal Thailand di tengah-tengah kursi penonton membuat acara semakin menarik. Ketika ditemui terpisah di ruang Ratu Ebu, salah satu mahasiswa yang memiliki nama Indonesia Wahyu mengaku senang dapat hadir dalam acara tersebut. 

“Saya merasa senang ketika diberikan kesempatan ikut ke dalam acara. Acara di sini beda dengan yang ada di kampus saya tapi di sini acaranya juga baik,” ujar mahasiswa asal Universitas Walailak Thailand ini. (gg/kg)

Read more ...

Selasa, 12 Desember 2017

Toelf Class 2017 Banyak Manfaat Minim Peminat



(Pemateri, Foto: LPM Sinar)


TOEFL adalah salah satu tes yang diadakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris. Tes ini terdiri atas 3 jenis yaitu reading, listening dan structure. Lulus dalam tes TOEFL juga menjadi syarat wajib bagi mahasiswa untuk meraih gelar sarjana. Namun dewasa ini, mahasiswa mengalami banyak kesulitan dalam menghadapi tes ini. 

Hal inilah yang melatarbelakangi UKMF Excellent mengadakan acara “Toelf Class 2017”. Acara yang diselenggarakan hari Senin (11/12) berisi tentang pembahasan tips-tips dalam mengerjakan tes TOEFL jenis reading. Acara yang bertempat di gedung rekrorat lantai 10 Universitas Trunojoyo Madura ini mengambil tema “Dare To Learn Dare To Success”. 

Acara yang dibuka oleh wakil dekan 3 Fakultas Ilmu Pendidikan ini terdiri atas beberapa rentetan acara, yaitu mulai tanggal 11, 13, 14, dan 15 Desember 2017. Adapun rincian acaranya pelatihan reading, listening, structure, dan tes toelf. Irda selaku ketua pelaksana mengungkapkan bahwa kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah minimnya minat mahasiswa UTM untuk mengikuti berpartisipasi dalam Toelf Class ini.

“Kami menargetkan 100 peserta namun yang mendaftar hanya 62 mahasiswa. Kami sudah membuka stand bahkan sudah kami perpanjang periode pendaftaran, namun yang mendaftar masih kurang,” imbuhnya.

Acara yang diisi oleh Ibu Zakiyatul Mufidah selaku pembuat soal tes TOEFL dari pusat bahasa Universitas Trunojoyo Madura ini berisi motivasi dan trik-trik dalam mengerjakan tes TOEFL. 

Menurut ketua umum UKMF EXCELLENT Siti Choirun Nisa acara ini memiliki banyak sekali manfaat, salah satu di antaranya memotivasi kita untuk mengubah pola pikir dalam mengerjakan tes TOEFL  sesuai dengan yang dipaparkan pemateri.

“Untuk mengerjakan tes TOEFL kita harus mengubah mindset, terutama dalam belajar bahasa Inggris. Bahasa Inggris tidak sulit kalau kita mau mengubah mindset bahwa saya pasti bisa. Karena jika sudah mengubah mindset kita, maka akan muncul kemauan untuk belajar bahasa Inggris,” ujarnya.

Tes TOEFL tidak akan sulit lagi jika kita mau mengubah mindset kita bahwa belajar bahasa Inggris adalah perkara yang mudah. Dengan begitu, maka akan timbul kemauan dari dalam diri untuk belajar bahasa Inggris. (kg) 


Read more ...

Senin, 04 Desember 2017

Himapipa dan Harapan pada Diesnatalis ke5




(Penutupan science education month, foto: dok. Lpm sinar)

Hari ini 3 Desember 2017,  telah dilaksanakan acara penutupan diesnatalis  Himapipa ke-5. Acara bertema “Generasi Masa Lalu untuk  Masa Depan  IPA yang  Lebih Baik” tersebut dilaksanakan di Gedung Cakra, Universitas Trunojoyo Madura.

Pemilihan tema pada penutupan science education month ini bertujuan agar generasi sekarang dapat belajar dari masa lalu. Hal itu dijelaskan oleh Muhammad Khoirus Shadiqin, selaku ketua pelaksana acara.

“Apa yang menjadi kekurangan dari masa lalu, bisa diperbaiki untuk masa depan  yang lebih baik,” ujarnya.

Pembukaan acara sendiri dilaksanakan pada 31 Oktober 2017, yang dibuka oleh Pembina Himapipa. Serentetan acara telah diselenggarakan, dan ditutup hari ini oleh Bapak Haris, selaku dosen prodi Pendidikan IPA.

Diesnatalis merupakan acara tahunan yang selalu dilaksanakan dengan meriah. Para panitia terdiri atas HMP dan mahasiswa baru hasil dari Open Recrutment. 

Agar lebih meriah, panitia mengadakan berbagai perlombaan seperti lomba debat, video ucapan selamat ulang tahun, voli, futsal, dan yang paling meriah yaitu memasuki acara outbond yang diisi dengan lomba makan siwil, mencari koin dalam tepung, balap karung, dan masih banyak lagi keseruan lainnya.

Menjelang penutupan, acara dimeriahkan oleh Komunitas Starpipa, komunitas VOC atau dance dari mahasiswa Pendidikan IPA. Yang lebih spesial yaitu mendapatkan tamu kehormatan dari Ketua Himpinan  UMSIDA (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo). 

Pada penutup diesnatalis ini, juga dilaksanakan acara pemilihan Duta Kampus Pendidikan IPA yang dinilai oleh para dosen dan duta kampus tahun lalu. Selain itu, juga ada pengumuman pemenang  perlombaan yang akan diumumkan pada akhir acara. (Am/Ri)



Read more ...

Sabtu, 11 November 2017

Seminar Kemuslimahan Perdana Ar-Rasyad Berhasil Membuat Peserta Terharu




(Para Pemateri, Dok. Foto: LPM Sinar)


WARTA SINAR -- Telah dilaksanakan Seminar Kemuslimahan dengan tema “Didik Aku dengan Kalam-Mu”  oleh UKM FSI Ar-Rasyad. Acara ini berhasil  membuat sebagian besar  peserta terharu, bahkan hingga meneteskan air mata.

Seminar perdana ini dilaksanakan di lantai dasar gedung C Asrama Putri Universitas Trunojoyo Madura, dengan jumlah peserta sekitar 110 orang, diikuti oleh mahasiswa UTM dan umum. Untuk materi, diisi oleh ibu Ida Husnur Rahmawati, Lc., MHI., Fawwaz (finalis hafiz Indonesia 2016), dan sebagian hafidz cilik di Markaz Tahfiz Balita Al-Firdaus di Sidarjo.

Awal penampilan, peserta dibuat kagum dengan muroja'ah hafidz cilik di Markas Tahfidz, yang kemudian dilanjut sambung ayat dari peserta. Lalu dilanjutkan materi tentang mendidik anak sejak kecil dengan Alquran oleh bunda Ida, dan dipertengahan beliau meminta Fawwaz untuk melantunkan Alquran dengan suara indahnya, dan disusul sambung ayat antara Fawwaz dan ayahandanya. Lagi-lagi, peserta dibuat kagum dengan kalam Allah.

“Awal membuat kegiatan sebenarnya kita pesimis, karena banyak sekali kendala, mulai dari pinjam gedung, pemateri waktu dll, tapi Alhamdulillah dengan semangat semua panitia dan bantuan dari Allah pastinya kami tetap bisa melaksanakan seminar perdana ini,” ungkap Rizka selaku ketua pelaksana.

“Seminar ini sangat bermanfaat sekali buat saya. Saya dibuat kagum oleh hafidz-hafidz cilik. Semoga dengan seminar ini saya bisa lebih baik lagi dan besok diadakan lagi,” tutur Nabila salah seorang peserta seminar kemuslimahan. (Ift)



Read more ...

Senin, 06 November 2017

Kronologi Demo FIP (Masalah Hingga Penyelesaian)




(Aliansi Mahasiswa FIP Menyegel Mobil Dekan, Foto. Dok. LPM Sinar)


Warta Sinar -- Hari ini (06/11) telah dilaksanakan aksi demo oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Fakultas Ilmu Pendidikan. Aksi dilakukan sekitar pukul 09.15 bertempat di depan Gedung RKBD, Universitas Trunojoyo Madura.

Dalam aksi ini, mahasiswa membawa atribut seperti spanduk, dan poster berisi kritikan. Sembari menyanyikan lagu "Darah Juang" di parkiran RKBD, aksi disaksikan langsung oleh pihak dekanat, beberapa di antaranya hadir bapak Wahid, dan beberapa pihak dari fakultas.

Mendapati aksi, bapak Sulaiman, selaku dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, keluar untuk menemui para mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut para mahasiswa menyatakan empat tuntutan antara lain: 

(1) profesionalisme dosen yang harus ditingkatkan, dalam bentuk ketaatan terhadap jadwal KRS, karena beberapa dosen FIP mengajar tidak sesuai waktu dan tempat yang tercantum.

(2) dana DIPA yang harus dicairkan. Karena bulan November merupakan bulan menjelang akhir jabatan masing-masing Badan Kelengkapan (baca: HMP, DPM, BEM, UKM), namun dana DIPA tersebut tidak kunjung didapat.

(3) sarana-prasarana FIP yang harus diperbaiki. Para mahasiswa mengeluhkan banyak sarana-prasarana di FIP yang harus diperbaiki, seperti kursi di ruangan yang rusak.

(4) kejelasan dana IKOMA. Dana IKOMA atau Ikatan Orangtua Mahasiswa, merupakan dana sumbangan dari para orangtua mahasiswa sebanyak Rp400.000,00 selama satu jenjang kuliah. Namun, hingga saat ini, beberapa mahasiswa tidak membayar dana tersebut. Aliansi Mahasiswa FIP menuntut agar sekecil apapun dana yang sudah masuk, harus ada transparansi, dan dapat digunakan.

Menanggapi tuntutan, dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, bapak Sulaiman mengadakan audiensi di ruang Rato Ebu. Dengan mengundang perwakilan aliansi, yang terdiri atas seluruh ketua Badan Kelengkapan, baik ketua UKM, BEM, DPM, dan HMP. Audiensi dilaksanakan sekitar pukul 11.40 WIB.

Hasil dari audiensi tersebut, antara lain:
(1) untuk masalah profesionalisme dosen, bapak Sulaiman menegaskan kepada para mahasiswa agar mencatat nama-nama dosen siapa saja yang dianggap tidak profesional, seperti melakukan perkuliahan tidak sesuai KRS. 

Hal itu ditanggapi oleh masing-masing ketua HMP untuk mengimbau para mahasiswa di masing-masing jurusan. Kemudian, hasil laporan akan disetorkan kepada pihak dekanat, untuk ditindaklanjuti.

(2) untuk masalah dana DIPA yang tidak kunjung cair. Bapak Sulaiman menyelesaikan masalah, dengan mengganti dana tersebut memakai uang pribadi (baca: uang bapak Sulaiman), dengan ketentuan paling akhir hari Kamis (9/11). 

Bapak Dekan tidak memaparkan berapa nominal yang akan diberikan. Namun, beliau mengatakan di dalam forum, akan diberikan minimal 50% dari dana Badan Kelengkapan yang telah dilaporkan ke dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Dana yang seharusnya diterima oleh Badan Kelengkapan FIP belum cair, karena dana dari Universitas masih tersendat. Pihak fakultas mengatakan sudah menyetorkan berkas-berkas ke universitas, sebagai permohonan turunnya dana, namun hingga kini belum ditanggapi.

(3) untuk sarana-prasarana, pihak dekanat mengatakan bahwa hal itu urusan kebijakan universitas. Pihak dekanat juga memaparkan usaha-usaha yang akan dilakukan untuk memperbaiki sarana-prasarana, seperti penggunaan lahan timur RKBD sebagai tempat parkir, tapi saat ini masih diproses.

(4) untuk masalah IKOMA, bapak Sulaiman memutuskan agar dana IKOMA mulai hari ini ditiadakan. Artinya, tidak ada dana IKOMA pada tahun depan. Sementara itu, untuk dana yang sudah diterima pada tahun ini (2017) akan dikembalikan lagi kepada para mahasiswa yang telah membayar.

Hasil audiensi tersebut disepakati oleh seluruh ketua Badan Kelengkapan. Rapat berakhir dengan damai, dan Aliansi Mahasiswa Peduli FIP, tinggal menunggu tindak lanjut dari audiensi hari ini. (GG)


Read more ...

Senin, 30 Oktober 2017

Begini, Bulan Bahasa UTM 2017



(Duta Bahasa Terpilih. Dok. Foto: LPM Sinar)


WARTA SINAR – Telah dilaksanakan puncak bulan Bahasa dan Sastra 2017 pada 29 Oktober 2017. Acara bertema “Membangun Bangsa, Mencintai Bahasa, dan Menyatukan Indonesia Melalui Sastra” tersebut dibuka oleh dosen PBI, Abdul Rosid, di Aula RKBD, Universitas Trunojoyo Madura.

Puncak acara diisi dengan pengumuman pemenang pada setiap lomba yang digelar oleh Himapebsi pada 27-29 Oktober 2017. Adapun, lomba-lomba tersebut antara lain musikalisasi puisi, stand up comedy, dan baca puisi. Sementara itu, di saat yang bersamaan, telah digelar pemilihan Duta Bahasa 2017.

“Suasana tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Peserta Duta Bahasa mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, sehingga benar-benar terlihat kualitasnya. Pada tahun ini, pesertanya lebih sederhana dan antusias. Meskipun hari ini hari libur tapi masih penuh aula RKB-D untuk menyaksikan puncak malam bulan Bahasa,” ujar Mixgan Norman, selaku juri dalam pemilihan Duta Bahasa.

Selaku duta bahasa terpilih, Wakhid Asrul sedikit berbagi cerita terkait perjuangannya mengikuti kompetisi. “Saya tidak menyangka bisa terpilih menjadi duta bahasa, karena saya didelegasikan oleh kelas. Jadi, saya punya tanggung jawab terhadap kelas. Alhamdulillah terpilih. Atas izin Tuhan dan dukungan teman-teman, saya bisa seperti ini. Saya belajar dengan sungguh-sungguh ketika diberikan kisi-kisi.”

Bulan Bahasa merupakan acara tahunan yang diadakan oleh prodi PBI setiap Oktober, dengan berbagai lomba yang berhubungan dengan keterampilan kebahasaan. Berbeda dengan tahun lalu, kini Bulan Bahasa tidak diramaikan dengan perlombaan keterampilan menulis. Adapun, perlombaan yang digelar lebih kepada kompetisi keterampilan berbicara, seperti stand up comedy, musikalisasi puisi, baca puisi, dan duta bahasa. (Erm/GG)




Read more ...

Jumat, 27 Oktober 2017

Tahun Ini, Dekan Cup Tampil Beda



(Pemotongan Pita oleh Dekan. Foto: Dok. LPM Sinar)


WARTA SINAR — Pembukaan Dekan Cup telah dilaksanakan oleh UKMF Pofkip pada Kamis (26/10) di gedung Aula RKB-D. Mengusung tema “Mentalitas Juara, Sportivitas dan Solidaritas Terjaga”, pembukaan dilakukan secara simbolis oleh dekan FIP dengan pemotongan pita. 

“Mentalitas juara berarti membentuk mahasiswa FIP agar memiliki mental seorang juara. ‘Solidaritas dan sportivitas’ terjaga mengharapkan tim-tim yang bertanding memiliki jiwa yang sportif dan solidaritas tinggi,” ujar Muhammad Romadhon, selaku ketua umum UKMF Pofkip. 

Acara ini juga diisi dengan Technical Meeting seluruh cabang olahraga yang akan dilombakan. Antara lain, Futsal, Volly, Bulu tangkis, dan Senam. Cabang olahraga ini akan diikuti oleh beberapa tim yang berasal dari masing-masing prodi di FIP. 

Ada yang menarik saat pembukaan dan Technical Meeting tersebut. Pasalnya, di meja trofi terdapat piala besar yang diperuntukan bagi juara umum. 

“Ada yang beda tahun ini. Ada piala juara umum yang akan diperebutkan oleh masing-masing prodi di FIP. Prodi yang banyak menjuarai cabang olahraga bisa menerima piala juara umum. Sebenarnya, ini rencana tahun lalu, namun baru terlaksana tahun ini,” ungkap Romadhon. 

Namun, ketua umum UKMF Pofkip tersebut menyayangkan beberapa prodi yang tidak mengirimkan timnya untuk ikut berlomba di beberapa cabang perlombaan, seperti cabang olahraga badminton dan senam. 

“Ada beberapa prodi yang tidak mengikuti beberapa cabang olahraga seperti senam dan badminton. Padahal ini sudah diwajibkan oleh BEM, dan sudah disebarluaskan. Untuk prodi yang tidak mengikuti beberapa lomba tersebut akan ada sangsi berupa denda”, tambahnya. 

Tak hanya piala juara umum yang menarik perhatian, namun maskot dari acara yang diselenggarakan tahunan ini juga cukup unik. “Dekan cup 2017 ini menggunakan maskot monyet. Ini ide dari panitia agar lebih unik dan menarik,” tambah Romadhon.

Harapan untuk Dekan cup 2017 kali ini adalah agar acara berjalan lancar. Prodi yang belum mendapat juara umum bisa bersikap sportif dan tetap menjaga kerukunan. (GG/Ald)


Read more ...

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm