Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Senin, 04 Desember 2017

Himapipa dan Harapan pada Diesnatalis ke5




(Penutupan science education month, foto: dok. Lpm sinar)

Hari ini 3 Desember 2017,  telah dilaksanakan acara penutupan diesnatalis  Himapipa ke-5. Acara bertema “Generasi Masa Lalu untuk  Masa Depan  IPA yang  Lebih Baik” tersebut dilaksanakan di Gedung Cakra, Universitas Trunojoyo Madura.

Pemilihan tema pada penutupan science education month ini bertujuan agar generasi sekarang dapat belajar dari masa lalu. Hal itu dijelaskan oleh Muhammad Khoirus Shadiqin, selaku ketua pelaksana acara.

“Apa yang menjadi kekurangan dari masa lalu, bisa diperbaiki untuk masa depan  yang lebih baik,” ujarnya.

Pembukaan acara sendiri dilaksanakan pada 31 Oktober 2017, yang dibuka oleh Pembina Himapipa. Serentetan acara telah diselenggarakan, dan ditutup hari ini oleh Bapak Haris, selaku dosen prodi Pendidikan IPA.

Diesnatalis merupakan acara tahunan yang selalu dilaksanakan dengan meriah. Para panitia terdiri atas HMP dan mahasiswa baru hasil dari Open Recrutment. 

Agar lebih meriah, panitia mengadakan berbagai perlombaan seperti lomba debat, video ucapan selamat ulang tahun, voli, futsal, dan yang paling meriah yaitu memasuki acara outbond yang diisi dengan lomba makan siwil, mencari koin dalam tepung, balap karung, dan masih banyak lagi keseruan lainnya.

Menjelang penutupan, acara dimeriahkan oleh Komunitas Starpipa, komunitas VOC atau dance dari mahasiswa Pendidikan IPA. Yang lebih spesial yaitu mendapatkan tamu kehormatan dari Ketua Himpinan  UMSIDA (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo). 

Pada penutup diesnatalis ini, juga dilaksanakan acara pemilihan Duta Kampus Pendidikan IPA yang dinilai oleh para dosen dan duta kampus tahun lalu. Selain itu, juga ada pengumuman pemenang  perlombaan yang akan diumumkan pada akhir acara. (Am/Ri)



Read more ...

Sabtu, 11 November 2017

Seminar Kemuslimahan Perdana Ar-Rasyad Berhasil Membuat Peserta Terharu




(Para Pemateri, Dok. Foto: LPM Sinar)


WARTA SINAR -- Telah dilaksanakan Seminar Kemuslimahan dengan tema “Didik Aku dengan Kalam-Mu”  oleh UKM FSI Ar-Rasyad. Acara ini berhasil  membuat sebagian besar  peserta terharu, bahkan hingga meneteskan air mata.

Seminar perdana ini dilaksanakan di lantai dasar gedung C Asrama Putri Universitas Trunojoyo Madura, dengan jumlah peserta sekitar 110 orang, diikuti oleh mahasiswa UTM dan umum. Untuk materi, diisi oleh ibu Ida Husnur Rahmawati, Lc., MHI., Fawwaz (finalis hafiz Indonesia 2016), dan sebagian hafidz cilik di Markaz Tahfiz Balita Al-Firdaus di Sidarjo.

Awal penampilan, peserta dibuat kagum dengan muroja'ah hafidz cilik di Markas Tahfidz, yang kemudian dilanjut sambung ayat dari peserta. Lalu dilanjutkan materi tentang mendidik anak sejak kecil dengan Alquran oleh bunda Ida, dan dipertengahan beliau meminta Fawwaz untuk melantunkan Alquran dengan suara indahnya, dan disusul sambung ayat antara Fawwaz dan ayahandanya. Lagi-lagi, peserta dibuat kagum dengan kalam Allah.

“Awal membuat kegiatan sebenarnya kita pesimis, karena banyak sekali kendala, mulai dari pinjam gedung, pemateri waktu dll, tapi Alhamdulillah dengan semangat semua panitia dan bantuan dari Allah pastinya kami tetap bisa melaksanakan seminar perdana ini,” ungkap Rizka selaku ketua pelaksana.

“Seminar ini sangat bermanfaat sekali buat saya. Saya dibuat kagum oleh hafidz-hafidz cilik. Semoga dengan seminar ini saya bisa lebih baik lagi dan besok diadakan lagi,” tutur Nabila salah seorang peserta seminar kemuslimahan. (Ift)



Read more ...

Senin, 06 November 2017

Kronologi Demo FIP (Masalah Hingga Penyelesaian)




(Aliansi Mahasiswa FIP Menyegel Mobil Dekan, Foto. Dok. LPM Sinar)


Warta Sinar -- Hari ini (06/11) telah dilaksanakan aksi demo oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Fakultas Ilmu Pendidikan. Aksi dilakukan sekitar pukul 09.15 bertempat di depan Gedung RKBD, Universitas Trunojoyo Madura.

Dalam aksi ini, mahasiswa membawa atribut seperti spanduk, dan poster berisi kritikan. Sembari menyanyikan lagu "Darah Juang" di parkiran RKBD, aksi disaksikan langsung oleh pihak dekanat, beberapa di antaranya hadir bapak Wahid, dan beberapa pihak dari fakultas.

Mendapati aksi, bapak Sulaiman, selaku dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, keluar untuk menemui para mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut para mahasiswa menyatakan empat tuntutan antara lain: 

(1) profesionalisme dosen yang harus ditingkatkan, dalam bentuk ketaatan terhadap jadwal KRS, karena beberapa dosen FIP mengajar tidak sesuai waktu dan tempat yang tercantum.

(2) dana DIPA yang harus dicairkan. Karena bulan November merupakan bulan menjelang akhir jabatan masing-masing Badan Kelengkapan (baca: HMP, DPM, BEM, UKM), namun dana DIPA tersebut tidak kunjung didapat.

(3) sarana-prasarana FIP yang harus diperbaiki. Para mahasiswa mengeluhkan banyak sarana-prasarana di FIP yang harus diperbaiki, seperti kursi di ruangan yang rusak.

(4) kejelasan dana IKOMA. Dana IKOMA atau Ikatan Orangtua Mahasiswa, merupakan dana sumbangan dari para orangtua mahasiswa sebanyak Rp400.000,00 selama satu jenjang kuliah. Namun, hingga saat ini, beberapa mahasiswa tidak membayar dana tersebut. Aliansi Mahasiswa FIP menuntut agar sekecil apapun dana yang sudah masuk, harus ada transparansi, dan dapat digunakan.

Menanggapi tuntutan, dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, bapak Sulaiman mengadakan audiensi di ruang Rato Ebu. Dengan mengundang perwakilan aliansi, yang terdiri atas seluruh ketua Badan Kelengkapan, baik ketua UKM, BEM, DPM, dan HMP. Audiensi dilaksanakan sekitar pukul 11.40 WIB.

Hasil dari audiensi tersebut, antara lain:
(1) untuk masalah profesionalisme dosen, bapak Sulaiman menegaskan kepada para mahasiswa agar mencatat nama-nama dosen siapa saja yang dianggap tidak profesional, seperti melakukan perkuliahan tidak sesuai KRS. 

Hal itu ditanggapi oleh masing-masing ketua HMP untuk mengimbau para mahasiswa di masing-masing jurusan. Kemudian, hasil laporan akan disetorkan kepada pihak dekanat, untuk ditindaklanjuti.

(2) untuk masalah dana DIPA yang tidak kunjung cair. Bapak Sulaiman menyelesaikan masalah, dengan mengganti dana tersebut memakai uang pribadi (baca: uang bapak Sulaiman), dengan ketentuan paling akhir hari Kamis (9/11). 

Bapak Dekan tidak memaparkan berapa nominal yang akan diberikan. Namun, beliau mengatakan di dalam forum, akan diberikan minimal 50% dari dana Badan Kelengkapan yang telah dilaporkan ke dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Dana yang seharusnya diterima oleh Badan Kelengkapan FIP belum cair, karena dana dari Universitas masih tersendat. Pihak fakultas mengatakan sudah menyetorkan berkas-berkas ke universitas, sebagai permohonan turunnya dana, namun hingga kini belum ditanggapi.

(3) untuk sarana-prasarana, pihak dekanat mengatakan bahwa hal itu urusan kebijakan universitas. Pihak dekanat juga memaparkan usaha-usaha yang akan dilakukan untuk memperbaiki sarana-prasarana, seperti penggunaan lahan timur RKBD sebagai tempat parkir, tapi saat ini masih diproses.

(4) untuk masalah IKOMA, bapak Sulaiman memutuskan agar dana IKOMA mulai hari ini ditiadakan. Artinya, tidak ada dana IKOMA pada tahun depan. Sementara itu, untuk dana yang sudah diterima pada tahun ini (2017) akan dikembalikan lagi kepada para mahasiswa yang telah membayar.

Hasil audiensi tersebut disepakati oleh seluruh ketua Badan Kelengkapan. Rapat berakhir dengan damai, dan Aliansi Mahasiswa Peduli FIP, tinggal menunggu tindak lanjut dari audiensi hari ini. (GG)


Read more ...

Senin, 30 Oktober 2017

Begini, Bulan Bahasa UTM 2017



(Duta Bahasa Terpilih. Dok. Foto: LPM Sinar)


WARTA SINAR – Telah dilaksanakan puncak bulan Bahasa dan Sastra 2017 pada 29 Oktober 2017. Acara bertema “Membangun Bangsa, Mencintai Bahasa, dan Menyatukan Indonesia Melalui Sastra” tersebut dibuka oleh dosen PBI, Abdul Rosid, di Aula RKBD, Universitas Trunojoyo Madura.

Puncak acara diisi dengan pengumuman pemenang pada setiap lomba yang digelar oleh Himapebsi pada 27-29 Oktober 2017. Adapun, lomba-lomba tersebut antara lain musikalisasi puisi, stand up comedy, dan baca puisi. Sementara itu, di saat yang bersamaan, telah digelar pemilihan Duta Bahasa 2017.

“Suasana tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Peserta Duta Bahasa mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, sehingga benar-benar terlihat kualitasnya. Pada tahun ini, pesertanya lebih sederhana dan antusias. Meskipun hari ini hari libur tapi masih penuh aula RKB-D untuk menyaksikan puncak malam bulan Bahasa,” ujar Mixgan Norman, selaku juri dalam pemilihan Duta Bahasa.

Selaku duta bahasa terpilih, Wakhid Asrul sedikit berbagi cerita terkait perjuangannya mengikuti kompetisi. “Saya tidak menyangka bisa terpilih menjadi duta bahasa, karena saya didelegasikan oleh kelas. Jadi, saya punya tanggung jawab terhadap kelas. Alhamdulillah terpilih. Atas izin Tuhan dan dukungan teman-teman, saya bisa seperti ini. Saya belajar dengan sungguh-sungguh ketika diberikan kisi-kisi.”

Bulan Bahasa merupakan acara tahunan yang diadakan oleh prodi PBI setiap Oktober, dengan berbagai lomba yang berhubungan dengan keterampilan kebahasaan. Berbeda dengan tahun lalu, kini Bulan Bahasa tidak diramaikan dengan perlombaan keterampilan menulis. Adapun, perlombaan yang digelar lebih kepada kompetisi keterampilan berbicara, seperti stand up comedy, musikalisasi puisi, baca puisi, dan duta bahasa. (Erm/GG)




Read more ...

Jumat, 27 Oktober 2017

Tahun Ini, Dekan Cup Tampil Beda



(Pemotongan Pita oleh Dekan. Foto: Dok. LPM Sinar)


WARTA SINAR — Pembukaan Dekan Cup telah dilaksanakan oleh UKMF Pofkip pada Kamis (26/10) di gedung Aula RKB-D. Mengusung tema “Mentalitas Juara, Sportivitas dan Solidaritas Terjaga”, pembukaan dilakukan secara simbolis oleh dekan FIP dengan pemotongan pita. 

“Mentalitas juara berarti membentuk mahasiswa FIP agar memiliki mental seorang juara. ‘Solidaritas dan sportivitas’ terjaga mengharapkan tim-tim yang bertanding memiliki jiwa yang sportif dan solidaritas tinggi,” ujar Muhammad Romadhon, selaku ketua umum UKMF Pofkip. 

Acara ini juga diisi dengan Technical Meeting seluruh cabang olahraga yang akan dilombakan. Antara lain, Futsal, Volly, Bulu tangkis, dan Senam. Cabang olahraga ini akan diikuti oleh beberapa tim yang berasal dari masing-masing prodi di FIP. 

Ada yang menarik saat pembukaan dan Technical Meeting tersebut. Pasalnya, di meja trofi terdapat piala besar yang diperuntukan bagi juara umum. 

“Ada yang beda tahun ini. Ada piala juara umum yang akan diperebutkan oleh masing-masing prodi di FIP. Prodi yang banyak menjuarai cabang olahraga bisa menerima piala juara umum. Sebenarnya, ini rencana tahun lalu, namun baru terlaksana tahun ini,” ungkap Romadhon. 

Namun, ketua umum UKMF Pofkip tersebut menyayangkan beberapa prodi yang tidak mengirimkan timnya untuk ikut berlomba di beberapa cabang perlombaan, seperti cabang olahraga badminton dan senam. 

“Ada beberapa prodi yang tidak mengikuti beberapa cabang olahraga seperti senam dan badminton. Padahal ini sudah diwajibkan oleh BEM, dan sudah disebarluaskan. Untuk prodi yang tidak mengikuti beberapa lomba tersebut akan ada sangsi berupa denda”, tambahnya. 

Tak hanya piala juara umum yang menarik perhatian, namun maskot dari acara yang diselenggarakan tahunan ini juga cukup unik. “Dekan cup 2017 ini menggunakan maskot monyet. Ini ide dari panitia agar lebih unik dan menarik,” tambah Romadhon.

Harapan untuk Dekan cup 2017 kali ini adalah agar acara berjalan lancar. Prodi yang belum mendapat juara umum bisa bersikap sportif dan tetap menjaga kerukunan. (GG/Ald)


Read more ...

Senin, 16 Oktober 2017

Calon Dekan FIP Hanya Satu, Kenapa?


(Ketua Sidang, Ketua Panitia, beserta Dekan dan Wakil Dekan. Foto: Dok. LPM Sinar)

WARTA SINAR – Pencalonan dekan fakultas ilmu pendidikan (FIP) kali ini unik, karena hanya ada calon tunggal yang layak sesuai kriteria, yakni bapak Sulaiman. Hal itu disampaikan oleh bapak Mutjahidin, selaku Ketua Panitia Seleksi Pemilihan Dekan FIP, di Aula Sultan Kadirun Lantai 3 (RKB-D), Universitas Trunojoyo Madura.

“Hanya satu yang memenuhi syarat. Salah satu persyaratan harus memenuhi fungsional lektor kepala. Itu yang tidak ada,” ujar dosen PGSD itu.

Dosen asal Lombok tersebut menjelaskan lebih lanjut, terkait jabatan fungsional yang harus dipenuhi baik oleh pimpinan universitas maupun pimpinan fakultas, yakni minimal lektor kepala dan maksimal profesor. Sementara untuk wakil dekan, minimal lektor. Secara urut, tingkatan tersebut antara lain asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan profesor.

Sementara itu, senat yang terdiri atas dosen pada setiap prodi memiliki otoritas dalam mengadakan rapat calon pemilihan dekan. Berbagai tahapan dilakukan melalui proses penjaringan balon (bakal calon), seleksi administrasi, verifikasi, dan penetapan calon dekan. 

Hari ini, 16 Oktober 2017, calon tunggal, bapak Sulaiman, menyampaikan visi misinya di Aula RKBD, dengan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dan dosen. “Setelah ini, senat akan mengadakan rapat tertutup, apakah calon dekan ini layak untuk diajukan ke rektor. Kalau senat mengatakan tidak layak, ya, tidak diajukan. Kalau menurut senat layak, nanti dikirim ke meja rektor, apakah calon yang diusulkan senat ini layak atau tidak. Semisal tidak ada calon, maka akan diproses lagi,” lanjut bapak Mutjahidin.

Berkaitan dengan pemilihan calon tunggal ini, FIP bukanlah satu-satunya fakultas yang memiliki satu calon dekan. Fakultas lain, yakni Fakultas Ilmu Keislaman (FIK), juga memiliki satu calon dekan. Berbeda dengan kedua fakultas tersebut, fakultas Pertanian memiliki banyak calon untuk diajukan. (GG)

Read more ...

Sabtu, 16 September 2017

Dana Tersendat, UKM Putar Otak



(Sumber foto: Google)


Warta SINAR--Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas merupakan tempat menampung bakat dan minat mahasiswa, khususnya di Fakultas Ilmu pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura. Unit Kegiatan Mahasiswa ini terdiri atas 7 UKMF, yaitu Ar-Rasyad, Pena, Sabit, Sinar, Pofkip, Gp-Est, dan Excellent yang memiliki fokus berbeda-beda.

Dari Fakultas Ilmu Pendidikan, tiap UKMF tersebut diberikan dana untuk kegiatan yang diselenggarakan. Namun, hasil wawancara anggota Sinar pada Senin (11/09) kepada masing-masing ketua UKM, dana tersebut belum cair. Padahal, berdasarkan sistem pencairan dana, dana akan cair apabila ketua umum sudah menyetorkan LPJ kepada fakultas.

Dari hasil wawancara ke 5 unit kegiatan mahasiswa fakultas, dana memang belum cair dari fakultas. Padahal,  sistem pencairan dana tahun ini, ”LPJ jadi, setor, kemudian dana cair,” terang Madon, ketua umum UKMF Pofkip. Namun, pada kenyataannya, ketika UKM menyetorkan LPJ, dana tidak diterima.

”Kalau tahun lalu Agustus sudah cair, sedangkan tahun ini bulan Agustus belum cair juga. Dari fakultas bilang katanya masih nunggu dari unversitas,” tambah Madon yang saat itu diwawancarai di halaman taman kampus.

Tersendatnya dana ini, tentu saja membuat ketua UKM dan anggotanya kebingungan mencari dana. Pasalnya, kegiatan yang akan mereka adakan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

”Pendanaan kita dari usaha teman-teman. Ada yang utang keluarga dan gadaikan BPKB,” keluh ketua umum Sabit saat diwawancarai di depan Sekret.

Dari hasil wawancara ke beberapa ketua umum UKM diketahui bahwa dana belum cair dikarenakan dari universitas belum turun. Namun, ketika anggota Sinar ingin mengonfirmasi kepada pak Zaini, selaku yang menangani pencairan dana ini, beliau tidak ingin memberikan penjelasan. (Ri)



Read more ...

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm