Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Sabtu, 27 Agustus 2016

Menanggapi Ketidakjelasan IKOMA



Kabar Kampus – Ikatan Orangtua Mahasiswa (IKOMA) merupakan program bantuan pembiayaan oleh seluruh orangtua mahasiswa angkatan 2015 dan 2016. Program ini diketuai oleh orangtua mahasiswa, dengan dikawal oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Program ini diadakan demi meningkatkan kualitas sarana-prasarana FIP, beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu, dan mahasiswa berprestasi. Sayangnya, pada awal penyelenggaraan, IKOMA tidak berjalan dengan lancar.
Hal itu diungkapkan oleh Dekan FIP, Sulaiman, pada 26 Agustus 2016 kepada LPM Sinar. “Mahasiswa baru banyak yang belum membayar IKOMA. Hampir 90% belum ada yang bayar.”
Menurut penuturan Gubernur FIP, Khoirul Huda, penyebab banyaknya Mahasiswa Baru (MABA) tidak membayar IKOMA dikarenakan beban UKT terlalu tinggi. “Untuk MABA Angkatan 2015 juga sudah pernah dikumpulkan dalam forum. Dari 700 mahasiswa yang datang hanya sekitar 100-200 orangtua mahasiswa saja,” tambahnya.
Sementara itu, bagi MABA Angkatan 2016 sosialisasi telah dilaksanakan pada kegiatan POSTER FIP beberapa hari lalu. “Kemarin dapat selebaran IKOMA waktu daftar ulang,” kata seorang peserta POSTER, Afina, Pendidikan IPA.
Meski telah dilakukan sosialisasi, dana IKOMA MABA FIP 2016 belum ada sama sekali. “Untuk dana ORMABA dan POSTER rencananya meminjam dana IKOMA, setelah uang cair akan dikembalikan. Namun, setelah dicek ternyata dana IKOMA masih kosong,” kata Khoirul Huda.
Secara nominal dana IKOMA berjumlah minimal Rp400.000,00. Dana itu bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa tidak terkecuali mahasiswa bidikmisi. Dana IKOMA dapat diangsur kapanpun selama mahasiswa berstatus aktif.
Menanggapi permasalahan ini Gubernur FIP akan menyelenggarakan rapat bersama Dekan FIP terkait pengumpulan orangtua mahasiswa yang akan diselenggarakan demi keberlanjutan IKOMA. “Untuk pengumpulan orangtua kembali itupun membutuhkan konsumsi. Sampai saat ini belum ada uang untuk itu,” tandasnya. (Ria, Gih).
Read more ...

Selasa, 23 Agustus 2016

Penurunan Kuota Maba FIP


Kabar Kampus – Poster III Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) 2016 telah berlangsung selama dua hari. Kegiatan yang bertempat di Gedung Student Centre (GSC) ini dimulai pada 22-24 Agustus 2016. Poster III FIP sendiri merupakan kegiatan tahunan BEM KM-FIP guna memperkenalkan kehidupan kampus di lingkup fakultas.

POSTER tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu. Pasalnya, telah terjadi penurunan kuota mahasiswa baru (maba) FIP. Jika pada 2015 jumlah maba FIP sebanyak 700 mahasiswa. Di tahun 2016 ini, mahasiswa baru hanya berjumlah 458 mahasiswa.

Pengurangan kuota mahasiswa baru FIP disebabkan oleh dua faktor. Pertama, belum adanya pengangkatan dosen CPNS. Hal itu diungkapkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Sulaiman, M.Pd. pada 23 Agustus 2016 kepada LPM Sinar. “Rasio dosen belum ada penambahan PNS, karena kami mengutamakan kualitas, bukan lagi kuantitas.” Lanjut Sulaiman mengatakan, rasio dosen sewajarnya satu berbanding empat  puluh. Artinya, dalam satu kelas, satu dosen mengajar empat puluh mahasiswa. “Sekarang jumlah mahasiswa sekitar 3000, sedangkan dosennya 60. Kira-kira ini sudah memenuhi satu dosen 40 mahasiswa.”

Maka dari itu, pihak fakultas memutuskan untuk mengurangi kuota penerimaan mahasiswa baru. Jumlah tersebut antara lain, 140 maba untuk PGSD, dan 80-90 maba untuk prodi PBSI, PG PAUD, Pendidikan IPA, dan Pendidikan Informatika.

Namun, jumlah tersebut di atas tidak semuanya terpenuhi. Beberapa calon mahasiswa baru diperkirakan mengundurkan diri karena permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT). “Misalnya PBSI, dari pendaftar sebanyak 80 hanya sebanyak 76 mahasiswa yang mendaftar ulang. Sedangkan empat lainnya mundur tanpa sebab,” ujar Sulaiman.

Uang Kuliah Tunggal di lingkup FIP terdiri atas beberapa level. Level pertama, sebanyak 500 ribu. Level kedua, sebanyak 1 juta. Level ketiga, sebanyak 3 juta. Level keempat, sebanyak 4 juta. Level kelima, sebanyak 5 juta. Pembagian level tersebut didasarkan pada kondisi ekonomi orangtua mahasiswa baru. Level pertama dan kedua diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu (non-bidikmisi). Sedangkan level ketiga, keempat, dan kelima diperuntukkan bagi keluarga mampu.


Kedua, minimnya jumlah ruang kelas. Penambahan kuota mahasiswa juga berarti penambahan jumlah sarana dan prasarana, terutama ruang kelas. Ruang kelas di fakultas ilmu pendidikan masih terbatas. Misalnya, pada prodi PBSI yang saat ini menempati ruang kelas di gedung auditorium. (Tin, Gih)
Read more ...

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm