Selamat Datang di Situs Lembaga Pers Mahasiswa Sinar_FkipUtm

Sabtu, 31 Desember 2016

Pemilihan Gubernur BEM FIP Sempat Berseteru




Suasana antrian mahasiswa saat mencoblos (yog)

       Kabar kampus- Fakultas Ilmu Pendidikan hari ini, kamis (29/12) mengadakan pemilihan umum (Pemilu) untuk memilih gubernur dan wakil gubernur. Pemilu yang diadakan di depan gedung RKB D ini dimulai pada pukul 08.00 hingga pukul 16.30. Kali ini terdapat tiga pasang calon peserta yang mencalonkan diri menjadi gubernur dan wakil gubernur. 

        Fakultas Ilmu Pendidikan merupakan Fakultas yang memiliki total mahasiswa sekitar 3.100, akan tetapi pada pemilihan gubernur kali ini hanya 1.541 mahasiswa yang memberikan suaranya. Hal itu berarti pada pemilihan gubernur tahun 2016 hanya sekitar 50% yang memberikan hak suara dari total keseluruhan mahasiswa. 

       Pada penyelenggaraan pemilu kali ini ada beberapa kendala yang muncul. Pertama mengenai data pemilih yang sudah tercatat menggunakan hak suaranya namun pemilih tersebut merasa belum menggunakan hak suaranya. Sehingga solusi yang diambil oleh panitia pemilu ialah pemilih tersebut tidak diperbolehkan untuk menggunakan hak suaranya. 

          Kedua ialah pemilih yang tertangkap basah menggunakan KTM (Kartu Mahasiswa) mahasiswa lain untuk mencoblos. Setelah dikonfirmasi oleh panitia pemilu ternyata pemilih tidak mengetahui data-data legkap seperti yang tertera pada KTM. Dengan kejadian tersebut panitia akhirnya meningkatkan pengawasan dengan mencocokan foto mahasiswa di KTM (Kartu Mahasiswa) dengan wajah mahasiswa. 

          Masalah yang ketiga yaitu timbulnya konflik dari salah satu pendukung yang merasa tidak puas terhadap kinerja panitia yang kecolongan dalam pemungutan surat suara, sehingga sempat terjadi adu mulut oleh beberapa golongan. Hal ini menjadikan kegiatan pemungutan surat suara dihentikan beberapa saat. Setelah dikonfirmasi kepada ketua pelaksana pihaknya menuturkan bahwa hal itu wajar terjadi karena setiap calon memiliki grup masing-masing. Sehingga sempat ricuh karena juga terdapat mahasiswa dari fakultas lain yang ikut campur dalam pemilihan kali ini. 

           Pemilu gubernur BEM FIP kali ini berhasil dimenangkan oleh pasangan nomer urut satu Ashrori-Choiron dengan memperoleh sebanyak 774 suara, sedangkan pasangan dengan nomor urut dua memperoleh sebanyak 287 suara, dan pasangan nomor urut tiga memperoleh suara sejumlah 403. “Harapan saya siapapun yang terpilih dapat memajukan FIP entah dari golongan mana, yang penting memajukan FIP dan semoga tidak berseteru” ucap Fitroh dikhir wawancara. (Al/Ggh).
Read more ...

Minggu, 18 Desember 2016

Lewat Pagelaran Tari Mereka Berkarya dan Melestarikan Budaya

Pagelaran Tari PGSD 2015 (Yog)
Kabar kampus- Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pagi tadi menyelenggarakan acara pagelaran tari di Gedung Cakra minggu (18/12). Acara tersebut di mulai sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Kegiatan tersebut merupakan serangkaian agenda dalam perkuliahan pendidikan seni.

Pagelaran tari merupakan tugas akhir yang diberikan oleh Dosen pengampuh mata kuliah pendidikan seni. Setiap mahasiswa yang menempuh mata kuliah pendidikan seni wajib mengikuti acara pagelaran tari. Beragam penampilan tari disuguhkan dalam acara tersebut, ada 35 kelompok yang turut tampil mereka adalah mahasiswa PGSD angkatan 2015. Hadir juga komunitas tari  PGSD Sansekerta yang mengawali pembukaan pagelaran tari.

Dalam acara kali ini pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan pagelaran tari, Ada bazar kesenian dan kewirausahaan dari mahasiswa PGSD angkatan 2014 yang turut meramaikan acara. Sorak sorai penonton begitu bergemuru di Gedung Cakra setiap penampilan tari berlangsung.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya pagelaran tari untuk mahasiswa PGSD angkatan 2015 lebih terfokus pada bentuk tari  kreasi anak-anak yang bertema dan berkarakter, misalnya tema tentang tumbuhan, kebersihan, alam dan kehidupan sehari-hari yang relevan dengan kurikulum KTSP maupun Kurikulum 2013 di jenjang pendidikan sekolah dasar. Sedangkan untuk penampilan tari di tahun sebelumnya lebih kepada tari kreasi dan tari tradisional.

Rika Melyaning selaku Dosen pengampuh mata kuliah pendidikan seni, saat ditanyai perihal mengapa memilih penampilan tari sebagai tugas akhir. Menurutnya, mahasiswa PGSD harus mampu mengajarkan tari kepada peserta didik. Dikarenakan tari adalah salah satu mata pelajaran dalam seni dan berkarya di SD. Selain Itu Rika Melyaning menuturkan bahwa lewat pagelaran tari ini mahasiswa mampu berkarya serta merawat kekayaan budaya, khususnya tari.(Yog)








Read more ...

Alamat Kami

Jln. Raya Telang - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura

Follow Us

Designed lpmsinar Published lpmsinar_fkipUtm